Showing posts with label Pattaya. Show all posts
Showing posts with label Pattaya. Show all posts

Tuesday, September 27, 2016

AOE: Bangkok Hari #5 (Pulang!!!)

Tragedi terjebak di Pattaya membuat kami harus bangun sepagi mungkin dan membeli tiket travel paling awal menuju Bangkok. Hanya bermodalkan air mineral sebagai sarapan, kami langsung berangkat menuju pool travel terdekat. Penjaga pool travel sudah stand-by sewaktu kami sampai di pool tersebut dan kami langsung membeli tiket tanpa berpikir panjang. Kami hanya menunggu beberapa menit sampai keberangkatan travel. Beruntungnya kami karena kami tiba di saat yang tepat. Kami lega karena akhirnya kami bisa pulang ke Bangkok setelah kejadian ketinggalan travel kemarin. Kami pun bisa melanjutkan istirahat kami (tidur) sampai benar-benar tiba di tujuan.
Pattaya beach

Walking street di pagi hari

Pool travel 
Tiket untuk ke Bangkok. Looks awful, rigtht?
Sampai di pool dekat stasiun Victory Monument, kami langsung naik BTS menuju stasiun Surasak (stasiun terdekat dengan penginapan kami) karena kami harus bersiap-siap untuk check out. Tiba di penginapan pada jam setengah 12, benar saja, kami diminta untuk segera checkout (diberi waktu sampai jam 12 siang). Kami berusaha untuk bernegosiasi mengenai jam check out dan untungnya, kami berhasil mendapat waktu tambahan sampai jam setengah 1. Kami pun langsung packing dan bersiap-siap dengan sangat cepat untuk check out pada waktu yang telah diberikan.

Di hari terakhir dalam perjalanan ini, kami ingin mencoba kembali mengunjungi Zense, sebuah restoran di lantai 17 mall Central World. Barang-barang kami dititipkan di lobi penginapan agar tidak rumit perjalanannya. Sebelum menuju ke Zense, kami makan terlebih dahulu di foodcourt Central World. Kami sengaja mengisi perut kami dulu agar sewaktu pesan makanan atau minuman di Zense, kami tidak merasa sangat lapar dan porsi makanannya mencukupi untuk kami semua (mengingat biasanya porsi makanan di restoran kadang tidak sesuai harapan alias sedikit). Seperti yang sudah kami duga bahwa harga makanan di foodcourt mall ini cukup murah. Sepertinya memang harga makanan foodcourt di mall-mall di Bangkok memang murah, bahkan beberapa lebih murah dibandingkan harga makanan di pinggir jalan. Kami pun langsung menyantap makanan kami masing-masing. Makanan favorit kami adalah Tomyum. Hampir di setiap makan siang kami Tomyum tidak pernah terlewatkan. Selain itu, kami juga memesan Durian sticky rice. Hidangannya sangat mirip dengan Mango Sticky Rice tetapi memakai Durian dan santen kelapa. Prinsip saya adalah ketika sedang traveling wajib hukumnya untuk mencoba makanan yang belum pernah dicoba. Well, that's one of those!
Walau sederhana tapi membuat bahagia :D
Setelah kami merasa cukup kenyang, kami segera bergegas menuju Zense yang kebetulan berada di mall yang sama. Kami harus menaiki lift terlebih dahulu sampai ke lantai 17 untuk menuju ke tempat tersebut. Ketika sampai disana, kami hanya melihat seorang laki-laki yang sedang duduk di area seperti resepsionis. Tempat tersebut tidak terlihat seperti sebuah restoran. Kami sama sekali tidak melihat adanya peralatan atau meja dan kursi seperti halnya sebuah restoran. Penasaran dengan tempat tersebut, kami bertanya kepada laki-laki disana. Laki-laki tersebut memberitahu kami bahwa Zense buka jam 6 sore, sedangkan kami kesana sekitar jam 2 siang. WAKWAWWWW..... Another dissapointment! Kekecewaan lain karena kami mendapatkan informasi dari internet ada yang mengatakan bahwa Zense buka dari siang. Ternyata semua itu salah. Kami tidak memiliki pilihan apapun selain kembali ke dalam mall dan membuat rencana baru.

Kekecewaan tersebut membuat kami harus memutar otak untuk menghabiskan waktu sebelum pulang ke Jakarta. Kebetulan kami mendapatkan rekomendasi dari seorang teman di Indonesia tentang sebuah tempat dessert yang enak di Central World, Kyo Roll En. You know what? Ya, kami langsung kesana. Lumayan, bisa mencoba makanan yang (mungkin) tidak ada di Indonesia sambil menghabiskan waktu.

Dessert yang berasal dari Korea Selatan ini memiliki pilihan dessert yang unik dan menggiurkan. Racikan dari tangan sang ahli racik berhasil membuat kami semua tertarik untuk mencobanya. Alhasil, kami memesan 2 hidangan rekomendasi dari sang waitress (lupa namanya). Tidak lupa, kami pun mengambil gambar dari hidangan tersebut. Soal rasa, seperti yang bisa diduga, rasanya enak. Apabila anda tahu rasa Patbingsu, hidangan ini lebih enak dari itu (pendapat pribadi). Pada dasarnya memang hidangan disini adalah Patbingsu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi hidangan yang berbeda secara penamaan dan jenisnya. Saya pribadi kagum dengan ide kreatif si pemilik usaha ini. Hidangan yang tadinya mungkin menurut orang sudah biasa bisa menjadi fresh kembali dengan sentuhan tersebut.


Selesai menikmati dessert, kami langsung pulang ke penginapan untuk mengambil barang-barang kami yang sebelumnya dititipkan. Dari penginapan, kami langsung menuju Bandara Don Mueang dengan menggunakan Uber mobil. Perjalanan menuju bandara dipenuhi dengan rasa cemas karena kemacetan yang terjadi. Kami khawatir akan ketinggalan pesawat. Bangkok memang terkenal dengan kemacetannya, tapi jangan dibandingkan demgan Jakarta karena di Jakarta mungkin lebih parah. Sang supir Uber pun ikut merasa cemas dan dengan gigihnya berusaha untuk secepat mungkin menuju ke bandara. Spare waktu yang kami sediakan adalah sekitar 3.5 jam sebelum keberangkatan. 1 jam berlalu tapi kami belum terbebas dari kemacetan. Kami hanya bisa berdoa dan pasrah. Tidak ada hal yang bisa kami lakukan lagi karena hampir semua jalan terlihat macet. Tapi tidak lama kemudian tak disangka-sangka, doa kami pun dikabulkan oleh Tuhan. Jalanan yang tadinya macet akhirnya mulai terurai. Mobil kami pun mulai bergerak perlahan-lahan hingga mencapai jalan tol yang kami tunggu-tunggu. Selepas masuk ke jalan tol, kami langsung melesat dengan cepat. Tidak lebih dari 20 menit, kami akhirnya sampai di bandara Don Mueang. Alhamdulillah, doa kami dikabulkan sehingga tidak telat ke pesawat. Kami pun akhirnya pulang dengan tenang.

Perjalanan ke Bangkok akhirnya selesai. Walaupun ada beberapa hal yang mengecewakan karena tidak sesuai ekspetasi kami, tapi kami tetap menikmati setiap perjalanan disana. That's the most important thing of travelling! See you on another journey!!

ps: Kami secara tidak sengaja bertemu dengan Richo Kyle 'My Trip My Adventure' yang ternyata duduk tepat di belakang kami, tapi tidak berani minta foto karena kelihatannya dia sedang lelah. LOL
A wall at Central World. full of great art from Jeremyville community service.


Saturday, September 24, 2016

AOE: Bangkok Hari #4 (Pattaya!!)

Bangkok merupakan salah satu destinasi favorit para turis, khususnya Indonesia. Bangkok memiliki berbagai macam daya tarik antara lain pusat perbelanjaan (mall, weekend market, night market), temple, makanan jalanan (street food), bar, dan banyak lagi. Setiap turis memiliki tujuan wisata masing-masing yang pastinya juga berbeda-beda. Tujuan wisata kami sebenarnya lebih umum, tidak hanya mengacu kepada satu aspek karena kami ingin mengenal Thailand terutama Bangkok. Beberapa jenis makanan sudah pernah kami cicipi termasuk makanan ekstrim. Pusat perbelanjaan juga sudah kami rasakan. Temple pun sudah kami datangi walaupun hanya 1 temple. Ada satu jenis wisata yang belum pernah kami coba di Bangkok. Kami masih penasaran dengan pantai di sekitar Bangkok dan juga ladyboy!! Salah satu tempat yang cocok untuk wisata seperti itu adalah Pattaya. Walaupun berada di luar Bangkok, Pattaya merupakan salah satu destinasi favorit para turis yang sedang liburan ke Bangkok. Perjalanan dari Bangkok menuju Pattaya dengan menggunakan mobil memakan waktu sekitar 2 jam. Ya mirip Jakarta-Bandung. Jadi, Pattaya memang dekat dengan Bangkok dan bisa dikunjungi dalam satu hari perjalanan.

Di hari keempat ini kami berkunjung ke Pattaya untuk memenuhi rasa penasaran kami. Di malam sebelumnya, kami sudah melakukan riset tentang Pattaya. Untuk menuju kesana, kami harus menaiki mobil travel yang berada di dekat beberapa stasiun BTS (Mo Chit, Victory Monument). Kami memilih travel di dekat stasiun Victory Monument karena travel disini termasuk salah satu travel yang termurah diantara travel yang lainnya. Harga yang ditawarkan sekali jalan menuju atau dari Pattaya adalah THB 100/orang. Harga yang cukup murah untuk perjalanan 2 jam.

Di hari tersebut, kami terlambat untuk bangun. Mungkin karena lelah dengan perjalanan di hari sebelumnya yang memang banyak melakukan jalan kaki. Kami baru bangun sekitar jam 11 siang!! Ditambah dengan persiapan, kami baru berangkat sekitar jam setengah 2 dan sampai di pool travel sekitar jam 2 lebih. Sayangnya karena hal tersebut, kami harus ikut travel jam 3 karena travel jam 2 sudah berangkat. Kami merasa jadwal tersebut terlalu lama. Akhirnya kami pun mencari travel lain yang kebetulan berada tepat disebelah travel yang tadi. Harganya tidak beda jauh, tapi disini ada jadwal jam setengah 3 (which is lebih sebentar untuk menunggu). Kami tidak berpikir lama untuk membeli langsung tiket tersebut. Tiket yang akan membawa kami ke Pattaya, tempat hiburan paling terkenal di Thailand.

Sesuai dengan perkiraan, perjalanan menuju Pattaya memakan waktu sekitar 2 jam. Kami sampai di Pattaya sekitar jam 5. Pool travel kami sangat dekat dengan pusat hiburan Pattaya yaitu Walking Street. Disana kami melihat banyak sekali tempat pijit, penginapan, bar, dan juga restoran tetapi jarang sekali yang sudah buka. Hal ini memang wajar karena seperti halnya Khao San road, Pattaya juga "hidup"-nya hanya di malam hari. Sembari kami menunggu malam hari, kami berjalan kaki menuju pantai terdekat (Pattaya beach) untuk melihat sunset. Kami berjalan sekitar 2-3 km dari Walking Street untuk menuju kesana. Tiba di pantai dengan pasir yang putih tersebut, kami menyewa sebuah tiker sebagai tempat kami duduk dan bersantai. Sambil menikmati sunset, kami juga tidak melewatkan momen untuk foto-foto disana hingga malam hari. Ada satu momen aneh yang terjadi di pantai tersebut. Ketika kami sedang berbaring/bersantai, ada satu benda cukup besar (karena kami mendengar suaranya ketika jatuh) yang mengenai mulut salah seorang dari kami. Ketika kami cari benda tersebut, kami tidak berhasil menemukannya. Tidak ada sama sekali benda kecil maupun besar di sekitar tempat kami berbaring. Kami juga melihat daerah sekitar sana, khawatir ada orang iseng yang melempar benda. Ternyata tidak ada juga orang yang kami curigai, tapi walaupun begitu, seharusnya benda yang jatuh mengenai mulut teman kami ada di sekitar sana. Sangat aneh. Hal tersebut membuat kami menyudahi momen bersantai di pantainya. Mungkin memang sudah diusir oleh yang menunggu disana. Fufufufu...
iDiot. LOL
Gaya andalan :D
Malam-malam masih bersantai di pantai sampai akhirnya diusir oleh sesuatu. -___-

Tujuan kami selanjutnya adalah kembali lagi ke Walking Street untuk merasakan suasana disana pada malam hari. Sebelum menuju kesana, kami mencari makan terlebih dahulu. Seperti biasa, kami melakukan survey tempat makan terlebih dahulu hingga akhirnya kami bisa memilih salah satu restoran dengan nama yang ditulis oleh tulisan Thailand dan juga memiliki penerima tamu yang sangat baik dan juga lucu. Disana kami memesan makanan cukup banyak karena kami rencananya ingin bayar dengan menggunakan kartu kredit. Makanan yang kami pesan seperti ayam goreng 1 ekor, Tomyum, Papaya Salad, Spring Roll, jus semangka, Thai tea, dan Camomile tea. Rasanya? Luar biasa enaknya!! Bukannya berlebihan tapi memang enak terutama makanan yang baru pertama kali kami coba yatu Papaya Salad. Kami berhasil menghabiskan semua makanan dengan lahap. Kami kira harga di sebuah restoran yang terletak dekat dengan pusat hiburan sangat mahal, tapi kami salah (lagi). Harga disini termasuk murah jika dilihat dari kualitas dan juga porsinya. Semua makanan dan minuman tadi berharga THB 700 (sekitar IDR 280.000 atau IDR 70.000 per orangnya). Thailand memang surganya makanan enak dan murah!!!!

Singkat cerita, kami akhirnya puas dengan makan malam kami dan hendak untuk membayar. Ketika kami mencari kartu kredit yang akan dipakai untuk membayar tagihan makanan, 1.................2..................3..................KARTU KREDIT KAMI TERTINGGAL DI BANGKOKKK!!!!!! JENGJENG!!! Momen panik langsung menyerbu. Otak langsung bekerja keras. Imajinasi-imajinasi pun langsung memasuki otak kami. Bagaimana kalo kami tidak bisa membayar? Bagaimana kalo kami tidak bisa pulang? Bagaimana kalo ini? Bagaimana kalo itu? Kami pun terdiam karena shock atas tragedi tersebut. Kami langsung menghitung uang kas yang kami bawa dengan cepat. Beruntungnya, setelah dihitung, ternyata uang kas kami masih cukup untuk menutupi biaya makan malam plus biaya pulang, itupun masih ada sisanya. Lega rasanya bisa menyelesaikan masalah tersebut. Alhamdulillah.
Have a great dinner
280 ribu untuk semua ini? I think it's freakin cheap!
Pha, sang penerima tamu yang membuat kami yakin untuk makan malam disini

Selesai urusan di restoran, kami langsung menuju Walking Street. Pada perjalanan menuju kesana, kami melihat pedagang, restoran, dan keramaian turis di sepanjang jalan. Suasana disana sangatlah ramai. Ada juga orang yang menawarkan "ping-pong" show, sebuah pertunjukan untuk orang dewasa yang diadakan di bar-bar tertentu. WOW!! Hahaha... Mengerikan!! Begitu tiba di Walking Street, seperti yang kami duga sebelumnya, suasana disini berbeda 180 derajat dengan waktu siang hari. Pada waktu siang, tempat ini sepi karena belum ada yang buka, tetapi pada waktu malam, tempat ini sangatlah ramai dipenuhi oleh lampu-lampu bar dan juga orang-orang di tengah jalan. Banyak perempuan menggunakan kostum mirip dengan bikini yang menjadi SPG dari barnya masing-masing. Mereka menawarkan para turis untuk mengunjungi dan bersantai di bar mereka. Setiap kami melihat perempuan yang berdandan seperti itu, pasti ada satu pertanyaan di dalam benak kami. Apa benar itu perempuan asli? Disana kami tidak bisa membedakan antara Ladyboy dan perempuan asli karena secara fisik mereka hampir sama. Ditambah lagi suasana yang benar-benar ramai membuat kami sulit untuk membedakannya. Pattaya memang terkenal dengan hiburan yang seperti ini, tapi kami tidak pernah menyangka akan se-vulgar ini. Hahaha...

Kami sendiri tidak masuk ke dalam bar ataupun tempat hiburan lainnya karena waktu kami yang terbatas. Walaupun begitu, kami tidak melewatkan untuk berfoto di area Walking Street.

Masih shock melihat daerah ini. LOL
Travel paling malam menuju Bangkok adalah jam 11 malam. Pada saat itu, kami berada di Walking Street sekitar pukul 10 malam. Kami tidak mau ketinggalan travel terakhir karena kami harus packing dan check-out dari penginapan pada esok hari. Dengan terburu-buru kami berjalan menuju pool travel terdekat. Begitu sampai disana, pool tersebut sudah tutup walaupun kami sampai sebelum pemberangkatan terakhir (11 malam). Kami menanyakan orang sekitar dan mereka memberitahu kami bahwa travelnya sudah tutup karena ternyata untuk pemberangkatan terakhir, kami harus beli tiket setidaknya pada jam 8 malam. Kami mencoba untuk mencari travel lain namun usaha kami sia-sia. Semua travel sudah tutup pada jam tersebut. Bus umum juga sudah tidak ada yang beroperasi pada jam tersebut. Apes banget!! Kami pun duduk dan berpikir sejenak sambil menghitung sisa uang kami. Kami memiliki beberapa alternatif untuk menghabiskan malam di Pattaya.


1. Kami menghabiskan malam tersebut di bar karena sepertinya bar di Pattaya beroperasi sepanjang malam.
2. Kami menghabiskan waktu di McDonalds dengan tidur bergantian.
3. Kami menyewa penginapan murah untuk 4 orang dengan biaya yang pastinya lebih mahal dari kedua pilihan diatas.

Pilihan yang paling aman adalah pilihan nomor 3 tapi dengan situasi seperti itu (jam 11 malam belum booking/mendadak); sangatlah susah untuk mencari yang sesuai dengan yang diharapkan. Kami tidak menyaerah begitu saja. Kami tahu pilihan ketiga sangat susah untuk direalisasikan tapi kami tetap mencoba untuk mencari penginapan murah di sekitar Pattaya dan apabila setelah kami coba ternyata masih gagal, kami akan memilih pilihan nomor 2. Berkeliling selama hampir setengah jam, kami gagal menemukan penginapan sesuai harapan kami. Banyak penginapan yang kosong tapi harganya juga mahal, melebihi budget yang kita punya. Akhirnya kami melakukan cara terakhir yaitu berpencar menjadi 2 grup yang masing-masing grupnya terdiri dari 2 orang. Apabila cara ini gagal juga, kami dengan terpaksa memilih pilihan nomor 2, menginap di McDonalds dengan bermodalkan beli makanan dan tidur bergantian. Grup saya berjalan menelusuri beberapa bar yang dipenuhi oleh ladyboy dan beberapa bar yang dipenuhi oleh para lelaki topless. WTH?! Ternyata Pattaya lebih parah dari yang saya bayangkan. Ketika melewati jalan tersebut, saya sempat digodai oleh para ladyboy sampai dicolek-colek!! Hahhaha... Saya tetap tenang dan bersikap senormal mungkin. Mereka berpenampilan cantik untuk ukuran ladyboy. Entah kenapa saya tidak takut sama sekali berhadapan dengan ladyboy, mungkin karena sewaktu di Bandung saya sering digodai oleh para waria. Jadi sudah terbiasa. Hahahah....

Usaha kami untuk berpencar akhirnya membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan kami. Kami mendapatkan sebuah penginapan dengan harga THB 500 dan tidak ada batasan jumlah orang per kamarnya. Fasilitas yang ditawarkan juga cukup wah. Kamar yang kami sewa memiliki ruangan yang luas, kamar mandi di dalam, AC, TV, dan juga disediakan air mineral. Keajaiban terjadi lagi. Alhamdulillah. Tidak ingin menyia-nyiakan waktu, kami langsung mandi dan beristirahat karena besok kami harus melanjutkan perjalanan menuju Bangkok pada pagi hari. Perjalanan kami menuju Pattaya ini terlihat berantakan tapi kami sangat bersyukur karena kami telah ditolong beberapa kali atas masalah yang kami hadapi oleh Tuhan. Kami juga sangat menikmati perjalanan kami tersebut karena kami banyak melihat hal baru disini. Kami melihat suatu area hiburan yang benar-benar vulgar dan memang menjadi daya tarik pariwisata disana. I was like "What the hell?!". Walaupun begitu, semua pengalaman tersebut hanya sekedar untuk menambah wawasan dan pengalaman kami saja. Hanya sekedar untuk memenuhi rasa penasaran kami saja. Hanya sekedar untuk membuka mata bahwa "Ternyata ada loh pariwisata 'dewasa' yang vulgar dan menjadi daya tarik utama suatu tempat". Hahaha...Ok then, see on our last day in Bangkok!!!